Jumat, 06 April 2012

Cerita di balik blog ini
Het verhaal achter deze blog

Mungkin Anda bertanya-tanya: mengapa seorang wanita Belanda mulai blog seperti ini? Apa alasannya? Apa tujuannya? Nah, situs ini bukan situsku yang pertama. Sebelumnya aku menulis dalam bahasa Belanda tentang hal-hal yang lucu dalam bahasa Indonesia. Iya, sekarang aku malu untuk mengakui: ketika aku mulai belajar bahasa Indonesia, aku merasa bahwa bahasa Indonesia bahasa yang sangat lucu…

Sebagai orang asing aku cenderung untuk menerjemahkan semua pepatah kata demi kata. Contoh, waktu aku pernah membaca pepatah Seperti telur di ujung tanduk, hehe!! Aku membayangkannya dengan segera... Dan aku merasa begitu bersemangat bahwa aku mau membaginya. Cerita-cerita ini bisa ditemukan di sini.

Setelah kira-kira setahun aku memaksakan diri untuk melihat-lihat bahasa Belanda dengan cara yang sama. Misalkan, kami berkata Als een tang op een varken jika kami mengatakan sesuatu yang tidak sesuai pada saat itu. Diterjemahkan dengan harfiah: sebagai sebuah tang pada seekor babi… Aduh, babi yang mengenaskan lho!

Anda sudah mengerti: aku belajar bahwa bahasa ibuku selucu bahasa Indonesia. Percayalah, aku hanya berlaku begini dari antusiasme yang membutakanku. Nah, blog yang pertama aku hentikan. Tetapi aku tetap ingin membagi cerita-cerita tentang perbedaan antara kedua bahasa, tentang tradisi di negeri Belanda dibandingkan negeri Indonesia, dan tentang segala sesuatu. Aku juga mau berlatih menulis dalam bahasa Indonesia.

Tapi soalnya, aku merasa terlalu malu untuk menulis dalam bahasa yang belum aku kuasai secara lancar itu. Aku menunggu setahun, dan sekarang aku berani untuk mencobanya. Jadi, selamat datang para pembaca. Aku berharap Anda menikmati cerita-cerita ini, dan aku juga berharap bahwa Anda akan bersedia untuk memaafkan aku untuk semua kesalahan bahasaku...

Seperti telur di ujung tanduk

In juni 2010 sloeg ik voor het eerst mijn cursusboek Indonesisch open. Na een halfjaartje begon ik te bloggen over 'leuke weetjes over de Indonesische taal'. Want haha, wat een grappige taal was dat! Zie het maar als de verwondering van de beginner die even vergeet hoe vreemd en onlogisch haar moedertaal in elkaar zit…

Op den duur dacht ik steeds vaker: “Ja, hehe, inderdaad grappig als je het letterlijk vertaalt, maar nu doe ik net alsof niet elke taal zulke figuurlijke uitspraken kent.” De tijd tussen de updates werd steeds langer. Ik vond het onnozel om het Indonesisch als ‘komische taal’ te promoten. Maar ik zag het ook niet zitten om over te stappen op 'wetenswaardigheden over Indonesië'. Koop dan maar een reisgidsje of kijk op een van de vele andere sites. De oude berichten vind je hier. En wie weet schrijf ik ooit wel weer eens een nieuw stukje. Want soms kom ik toch wel héle mooie woorden tegen zoals air mata, letterlijk oogwater, tranen dus. Of een uitspraak die leuk is om letterlijk te vertalen, zoals seperti telur di ujung tanduk (als een ei op de punt van een gewei) als iets erg moeilijk is.

Stiekem wilde ik verder met bloggen, maar dan in het Indonesisch om m’n schrijfvaardigheid te oefenen. Dat vertelde ik maar niet hardop... Want mijn hier en daar flink krakkemikkige Indonesisch op het web zetten? Tot ik bedacht dat ik me niet zou storen aan taalfouten in een blog van een Indonesiër die onze taal leert en wil schrijven over zijn eigen land (om het maar even om te draaien).

Ik vind het doodeng, maar vertrouw erop dat m'n Indonesisch inmiddels goed genoeg is om begrijpelijk te schrijven, om de essentie duidelijk te kunnen maken. Grammaticale fouten en eigenaardige zinswendingen maken me niet zoveel uit. Laat ze maar lachen in Indonesië! Dus wat ik ga doen? Schrijven over beide landen, over culturele verschillen, en andere dingen die me de moeite waard lijken. Voor Indonesische bezoekers de Nederlandse kant van het verhaal en omgekeerd. Welkom dus en veel plezier!

2 komentar:

  1. Wah Jessie, saya kagum dan cemburu sama kamu. Karena saya sekarang baru mulai belajar bikin blog atau website, sementara kamu sudah bikin duluan. Kalah deh aku. Jalan terus.
    Salam,
    Bari Muchtar

    BalasHapus
  2. Tidak sengaja saya melihat blog ini dan saya begitu terkesima melihat kemampuan anda berbahasa indonesia. Saya adalah penggemar tim sepakbola belanda terutama Arjen Roben. melihat anda fasih berbahasa indonesia, membuat saya semakin tertarik belajar bahasa Belanda. Sayangnya tidak ada guru yang bisa mengajari saya selain google translate. Saya akan sangat senang sekali jika anda mau mengajari saya sedikit bahasa Belanda.

    saya harap saya bisa berteman dengan saya
    https://www.facebook.com/ONCIKS
    http://oncik.blogspot.com/

    syalom

    BalasHapus

Laat hier uw bericht achter: als u op 'pratinjau' klikt, krijgt u eerst een voorbeeld te zien van uw reactie. Met de linkerknop publiceert u direct uw reactie.